Teknik Fansub Modern

Fansub modern diproduksi hampir seluruhnya menggunakan komputer. Raw masih diperlukan, namun tidak seperti fansubber yang tergantung kepada laser disc, sebagian besar raw berasal dari rekaman TV Jepang yang bisa didapat melalui program peer-to-peer Jepang seperti Winny atau Share. Rekaman TV adalah materi raw yang digunakan sebagian besar fansub, baik dalam bentuk transport stream atau sudah ter-encode menjadi MP4. Kebanyakan grup fansub internasional mempunyai seorang 'capper' yang bertugas merekam siaran TV di Jepang khusus untuk grup itu. Seringkali suatu grup melakukan rilis ulang saat DVD atau Blu-Ray suatu seri telah tersedia, dengan kualitas gambar dan suara yang lebih baik daripada rilis yang bersumber dari rekaman TV.[butuh rujukan] Untuk anime lama yang tidak berada dalam DVD, fansubber modern menggunakan peralatan komputer dengan perangkat video capturer yang rumit untuk mengambil gambar digital dari media analog seperti laser disc atau tape.

Ketika video sudah berada dalam komputer, video tersebut dapat diedit dan dibubuhi subtitle dengan sedikit sekali atau tanpa penurunan kualitas, tidak seperti proses fansub tradisional. Namun, sebagian besar format encoding yang digunakan oleh fansubber memang menyebabkan penurunan kualitas dari medium aslinya. Seperangkat PC yang relatif murah dapat melakukan semua manipulasi yang dibutuhkan, tanpa diperlukan peralatan yang kompleks dan mahal seperti editing decks dan genlock.

Translasi biasanya dilakukan dengan mendengarkan rekamannya. Sebagian besar, translatornya bahkan tidak berpengalaman dalam hal teknologi fansubbing dan hanya melakukan translasi saja. Kalau yang komersial rilis biasanya mendapatkan script dialognya untuk di sulih suara, sebaliknya fansubber hanya mengandalkan telinga. Hal ini sering kali menyebabkan kesalahan penerjemahan dalam penulisan nama yang tidak jelas. Biasanya kesalahan yang umum adalah pada Anime yang menggunakan nama nama barat. Hal ini disebabkan karena pengucapan yang ambigu dari bahasa Jepang untuk menyebutkan istilah-istilah asing. Misalnya nama Alice akan terdengar sebagai "Arisu". Inilah yang menyebabkan beberapa fansub bisa menggunakan penulisan yang berbeda. Contoh yang terkenal misalnya Winry Rockbell dari Full Metal Alchemist, yang dituliskan sebagai Winry dan Winly oleh dua fansub yang berbeda.

Cara alternatif untuk memroduksi fansub adalah menggunakan raw video dari jepang dengan video yang telah dibubuhi subtitle dalam bahasa lain, biasanya bahasa Mandarin. Orang orang Cina juga memiliki kelompok fansub yang beredar di Internet. Beberapa fansubber yang dikenal melakukan penerjemahan dari bahasa Mandarin ke bahasa Inggris dari bahasa aslinya - Jepang. Hal ini biasanya menyebabkan penurunan keakurasian translasi karena melalui dua kali proses translasi. Contoh dari fansub yang keseluruhannya menggunakan terjemahan dari bahasa Mandarin adalah My-Otome (Doremi subs) yang menggunakan 2 penerjemah bahasa Mandarin - Inggris dan tentunya melalui beberapa translation checker untuk memeriksa kecocokan dengan bahasa aslinya - Jepang. Dengan cara yang sama, fansub berbahasa Inggris bisa diterjemahkan ke bahasa lainnya.

Setelah proses translasi selesai, subtitle kemudian di timing (menggunakan SubStation Alpha, Aegisub, Sabbu atau JACOSub), melewati proses typeset, dan pengecekan error (quality control, atau disingkat QC). Kemudian subtitle di-encoding menggunakan VirtualDub atau program sejenis pada distribusi dengan hardsub, atau di-mux kedalam kontainer media, biasanya matroska, pada distribusi dengan softsub.

Ada beberapa metode subbing yang sekarang digunakan. "Hard" subtitle, atau disebut hard subs, adalah subtitle yang menjadi satu dengan video melalui proses encoding dan mencetak subtitel ke tiap frame video sehingga tidak dapat dihilangkan tanpa menurunkan kualitas videonya (bisa dilakukan dengan VirtualDub Filter). "Soft" subtitle, atau disebut soft sub, adalah subtitle yang disertakan dalam kontainer media atau bisa berupa file terpisah. Dengan program-program yang tepat softsub akan muncul ketika video dimainkan seperti hardsub. Hardsub secara tradisional lebih populer daripada softsub karena kekhawatiran yang ditimbulkan akibat support atau tidaknya player lebih kecil dan juga lebih susah diplagiat. Namun, belakangan (mulai tahun 2006) sebagian besar fansub sudah mulai menggunakan softsub. Dengan menggunakan softsub suatu grup bisa memberikan beberapa jenis subtitle ke dalam suatu video, beberapa kelompok merilis fansub dengan menggunakan dua bahasa yang berbeda atau dengan gaya yang berbeda tergantung kesukaan.

Tautan yang dituju: http://www.mediafire.com/file/qggc1tal5mccol3/%5BPucuk%5D_Maquia_-_When_the_Promised_Flower_Blooms_%5BBD%5D%5Bh264-720p_AC3%5D%5B23167BBB%5D.mkv/file

Klik untuk Menuju ke Taut

Internet memungkinkan fansub berkolaborasi dengan baik. Komunitas fansubbing online pun bisa merilis satu episode penuh yang tersubtitle (termasuk efek pada karaoke, tulisan kana & kanji dan informasi tambahan) dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah ditayangkan pertama kali di Jepang. Website seperti stormberry.tv memungkinkan soft subtitle yang dipilih untuk ditayangkan bersama stream video dari youtube.

Dalam kasus hard subtitle, sebuah video editor (umumnya VirtualDub) menggunakan AVISynth script dan VSFilter untuk me-load file raw video beserta file subtitle yang kemudian software video tersebut "mencetak" subtitle di atas raw video yang digunakan.

Hasil akhir dari proses fansubbing ini adalah sebuah file video untuk komputer, beserta file subtitle jika metode yang digunakan adalah soft sub (apabila data subtitle tidak menjadi satu dengan file video). File file tersebut bisa dikopi ke CD atau DVD untuk distribusi fisik, tetapi yang paling sering adalah menggunakan protokol-protokol file sharing online seperti viral video, BitTorrent dan bot file-sharing di IRC. Metode yang seperti ini memungkinkan fans anime modern untuk mendownload hasil akhir dari fansub dengan biaya yang sedikit atau tanpa biaya sama sekali, begitu juga dengan distributornya.

Dikutip dari Wikipedia.